Sunday, January 10, 2016

2016 #3 Zelfeni Wimra dkk. - Rentak Kuda Manggani

Written by ninda anindita at 1/10/2016 09:47:00 PM

Judul                     : Rentak Kuda Manggani
Pengarang          : Zelfeni Wimra dkk.
Penerbit              : DIVA Press
Tebal                     : 176 hal
Cetakan               : Pertama, Agustus 2015
ISBN                      : 9786022559542

Kembali ke rumah masing-masing adalah kembali memasuki diri. Mengetuk dan menyapa ruang-ruang perenungan. Menghirup napas sedalam mungkin sehingga bisa memaknai kesendirian.
Zelfeni Wimra—Rentak Kuda Manggani
Malam ini seharusnya kami berada di rumah, menyiapkan kado-kado di bawah pendar lampu pohon Natal, bernyanyi, menikmati suka cita serta hidangan yang enak bersama keluarga. Tetapi perang telah membawa kami jauh dari rumah.
Adam Yudhistira—Stille Nacht
Ia tidak melukaiku, sungguh, tapi aku begitu terluka. Kematiannya bagiku adalah cara Tuhan mengembalikanku ke tempat kami pertama saling menambatkan cinta.
Faisal Oddang—Lelaki yang Takut Menyeberang
Perkenalan kalian seperti malam yang turun di Ormoc—terjadi begitu saja. Mungkin juga kau tidak terlalu mengharapkannya, seperti hujan renyai yang bersikeras bertahan di kota itu.
W.N. Rahman—Sebelum Mencapai Tacloban
Di belakang punggungnya, kusaksikan puluhan orang mengikuti kakinya melangkah. Pemimpin agama, para pejabat pemerintahan, polisi, para guru, kaum migran, anak-anak telantar, dan pelacur.
Yohanes W. Hayon—Pegawai Pajak
***

Buku yang cukup berat dibaca terutama untuk orang yang berkapasitas otak rendah seperti saya. Jujur, jika mau dimaknai secara detil, buku ini cukup menarik. Banyak kesan-kesan dan moral value yang disajikan di dalam buku ini. Banyaknya penulis dengan aneka ragam bentuk dan gaya penulisan membuat buku ini menjadi lebih berwarna. Namun, beberapa cerita memiliki alur dan struktur kalimat yang cukup padat dan berisi. Sometimes, it makes me feel so bored because I have to think about the story. Hal yang saya pribadi inginkan ketika membaca buku adalah I feel entertained. Sayangnya, buku ini tidak cukup untuk meng-entertain saya.
Jika mau deitelaah lebih jauh lagi, buku ini mengajarkan kita bagaimana caranya mengikhlaskan apa yang pernah kita miliki. Buku ini juga mengajarkan kita bahwa sekecil apapun yang kita miliki di dunia ini pastilah sangat berharga even we think that it is not priceless at first. Beberapa penulis mengisahkan bahwa perpisahan dengan orang yang kita sayang cukuplah berat. Apalagi jika dulu kita tidak pernah menghargainya. Rasa penyesalan itu pasti ada dan akan selalu ada untuk selamanya. So, jangan pernah sia-siakan apa yang sedang menjadi milik kita, baik seseorang yang kita sayang atau apapn yang ada di sekeliling kita.

@aninditaninda

1 responses:

Toko Buku on May 20, 2016 at 2:02 PM said...

Dapatkan penghasilan tambahan dari website atau blog Anda dengan bergabung dengan Bisnis Afiliasi dari salah satu toko buku online Indonesia.
Dengan mereferensikan pengunjung website/blog Anda ke Belbuk.com melalui klik pada link afiliasi, dan apabila pengunjung tersebut berbelanja buku di website kami, maka Anda akan mendapatkan komisi penjualan sebesar 5% dari dari total pembelian. Tidak hanya itu, anda akan mendapatkan komisi secara terus-menerus dalam setiap pembelanjaannya, selama pelanggan tersebut mengakses dari komputer yang menyimpan cookie yang telah mengandung kode afiliasi Anda.

Bergabung sekarang juga: http://www.belbuk.com/afiliasi

Terimakasih.

Post a Comment

 

Galerie des Livres Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos