Sunday, August 23, 2015

2015 #R20 >> Haris Firmansyah - Wrecking Eleven

Written by ninda anindita at 8/23/2015 10:37:00 PM

Judul                     : Wrecking Eleven
Pengarang          : Haris Firmansyah
Penerbit              : PING!!!
Tebal                     : 180 halaman
Cetakan               : Pertama, 2015
ISBN                      : 978-602-279-179-9

Sepak bola menjadi titik balik kemampuanku setelah entah sudah berapa ratus kali kalah dalam pertarungan Tazos, Bayblade, maupun Tamiya. Setelah menemukan passion itu, aku harus berjuang untuk bersama Bang Jep demi mencairkan tim sepak bola Garuda Baja yang sudah setahun dibekukan. Jatuh bangun kami menghidupkan tim kembali….
Duh, kok jadi kayak lagu.
Persatuan dan kesatuan kami diuji ketika kekalahan dan hal lain menghampiri. Rupanya, strategi dan kemampuan saja tidak cukup. Kerja sama sangat dibutuhkan. Apalagi setelah sebagian besar anggota ada yang dapat kontrak iklan sosis dan kacang atom, kumat main PS, milih nemenin ceweknya, piala Wali Kota kami makin berat didapat.
Kami adalah sekumpulan pejuang di lapangan.
“Di lapangan, kita satu tim. Di luar lapangan, kita sahabat!”
***

Yah, berawal dari keinginan seorang anak, yang dikucilkan, untuk bermain sepak bola bersama teman-temannya. Semuanya juga berawal ketika ia dipanggil hanyai untuk nggenepi agar teman-temannya bisa bermain bola dengan jumlah pemain yang imbang. Ternyata, takdir Tuhan siapa tahu. Ia justru disenangi teman-temannya karena pandai mengasah bola. Teman-temannya kini tak lagi memandangnya sebelah mata. Kini mereka justru menghormatinya. Ia adalah Seto. Seorang bocah ingusan yang akhirnya menemukan passion-nya untuk bermain sepak bola.
Waktu berputar cepat, Seto pun terpilih menjadi salah satu pemain inti di sekolah menengah pertamanya. Kemenangannya bersama tim di salah satu kejuaraan membuatnya semakin yakin bahwa passion-nya memang di dunia sepak bola.
Namun, kecintaannya terhadap dunia sepak bola harus diuji ketika ia masuk ke sekolah menengah atas. Tidak ada ekskul sepak bola di sekolahnya. Ia harus memilih dan memutuskan karena sekolah mewajibkannya untuk mengikuti satu ekstrakulikuler.
***
Kisah perjuangan seorang anak yang tersihir dengan permainan Tsubasa di lapangan hijau ini cukup menghibur untuk dibaca. Tugas dari cerita ini benar-benar hanya meng-entertain pembacanya. Mengistirahatkan sejenak dari kepenatan rutinitas yang terus melanda para pembacanya. Gaya menulisnya santai membuat kepala tidak penat. Walaupun tidak banyak, penulis sempat memasukkan beberapa moral value yang bisa diambil. So, lumayan buat obat stres, deh.
Dari sini, aku menarik sebuah hikmah di balik kesialan. Ketika kita diberi kekalahan, sebenarnya Sang Pencipta sedang menyiapkan kemenangan dalam bentuk berbeda. –Seto (179)

@aninditaninda

2 responses:

Haris Firmansyah on August 25, 2015 at 12:20 PM said...

Terima kasih untuk reviewnya, Laksmi. :)

soccerfox99 on June 3, 2016 at 6:26 PM said...

terimakasih atas share yang bermanfaat agen bola,live casino online,casino sbobet

Post a Comment

 

Galerie des Livres Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos