Friday, August 14, 2015

2015 #R18 >> D. S. M. Dedelidae - Cinta di Atas Biarritz

Written by ninda anindita at 8/14/2015 08:08:00 PM

Judul                     : Cinta di Atas Biarritz
Pengarang          : D. S. M. Dedelidae
Penerbit              : de TEENS
Tebal                     : 272 halaman
Cetakan               : Pertama, Juli 2015
ISBN                      : 978-602-255-802-6

Arlan sangat menyukai selancar. Bahkan dia lebih mementingkan hobinya ketimbang Mori, hingga gadisnya itu merasa diduakan. Keadaan itu tidak berubah bahkan di saat keduanya menjalin hubungan jarak jauh. Arlan memutukan tinggal di Biarritz.
Dengan hobi yang ditekuninya, otomatis Arlan terbiasa menantang ombak-ombak besar. Namun, kali ini dia tak beruntung dan… tenggelam, tak diketahui nasibnya. Mori memutuskan menyusul sang kekasih ke Biarritz bersama teman-temannya. Dia berusaha menemukan keberadaan Arlan hingga tak menyadari jika bahwa cinta sejati itu ada di dekatnya, terpendam karena belum ada kesempatan untuk diungkapkan.
Seandainya cinta tidak mengenal kata terlambat saat diucapkan dari hati yang tulus….
***
Mori lelah jika harus menunggu seperti ini terus. Sampai kapan ia harus menunggu kabar dari Arlan? Jawaban singkat bahwa Arlan juga mencintainya selalu Mori terima ketika menanyakan kabar Arlan. Mori sangat berharap bahwa Arlan juga merasakan hal yang sama dan pulang kembali ke Indonesia.
Entah sudah keberapa kalinya Mori mengirim chat yang isinya selalu sama. Mori khawatir akan terjadi hal-hal buruk pada Arlan. Hobinya untuk berselancar memang membuat Arlan keras kepala. Arlan tidak pernah mengatakan tidak untuk berselancar. Arlan selalu saja menyempatkan waktu untuk bermesraan dengan papan selancarnya walaupun ombak dan cuaca sedang tidak bersahabat.
Akhirnya hal yang ditakutkan pun terjadi. Arlan menghilang ditelan ombak. Keberadaannya pun tidak diketahui. Mori dengan tekad bulat menyusul Arlan ke Biarritz. Mori berharap ia akan menemukan Arlan dalam kondisi apa pun asal masih ada kesempatan baginya untuk berpelukan dengan Arlan.
“Tidak ada yang bisa menangkis perasaan rindu, Alisha. Kalau memang bisa, aku ingin tidak merasakan rindu sama sekali. Kau tahu, rindu yang kurasa ini sangat menyakitkan. Kita ke sini bukan hanya untuk liburan, tapi mencari Arlan.”
(Mori – 162)
***
Penulis menyajikan cerita di novel ini tidak seindah cover yang tersaji. Covernya terlihat begitu cantik dan manis seakan-akan cerita yang disuguhkan akan menjadi cerita cinta yang sempurna, semenyakitkan apapun itu. Alur yang disajikan tidak terlalu fokus. Penulis sepertinya bingung untuk menentukan apa yang akan menjadi fokus utamanya. Apakah percintaan atau persahabatan. Beberapa detail yang menurutku tidak penting justru terlihat lebih menonjol. Ceritanya sendiri cukup mudah ditebak.
Ada satu hal yang mengganjal dari synopsis novel ini. Dikatakan ‘…hingga tak menyadari jika bahwa cinta sejati itu ada di dekatnya, terpendam karena belum ada kesempatan untuk diungkapkan.’ Merujuk pada statement tersebut, harusnya Mori akhirnya jadian dengan Dion atau minimal Mori akhirnya mau membuka hati untuk Dion. Tapi nyatanya Mori tetap memilih Arlan sampai Arlan kembali ke hadapannya.
Sikap Dion yang mendadak cuek dan jutek justru memperkeruh plot yang sudah ada. Cerita yang ada pun semakin tidak jelas arah dan tujuannya. Speaking of character, aku sebenernya agak benci dengan tokoh Mori. Mori digambarkan sebagai cewek yang lemah, tidak mau berusaha, dan terlalu menggunakan feeling-nya untuk menemukan Arlan. Mori terlalu manja. Mori selalu menginginkan Arlan kembali ke hadapannya tanpa mau beruaha apapun. Usaha yang dia lakukan hanyalan menyusul Arlaan ke Biarritz dan ‘memberontak’ di sana. Mori hanya bisa terduduk pasrah dan percaya bahwa Arlan akan kembali, namun do nothing.
Hal lainnya yang perlu dikritik adalah tentang tata letak dari isi novel. Ada beberapa kata yang terlihat tidak berspasi. Hal ini membuat pembac merasa tidak nyaman untuk membacanya. Mungkin 2 bintang dari 5 cukup untuk menggambarkan buku ini.

@aninditaninda

1 responses:

Obat Herbal Radang Sendi on August 31, 2015 at 10:52 AM said...

terimakasih banyak, sangat menarik sekali...

Post a Comment

 

Galerie des Livres Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos