Saturday, June 27, 2015

2015 #R17 >> Riskaninda Maharani - Napoli

Written by ninda anindita at 6/27/2015 10:27:00 AM

Judul                     : Napoli
Pengarang          : Riskaninda Maharani
Penerbit              : DIVA Press
Tebal                     : 268 halaman
Cetakan               : Pertama, Mei 2015
ISBN                      : 978-602-255-893-4                 

“Sebuah novel yang membuka jendela dunia, sekaligus memperluas cakrawala.”
Rangga Almahendra,
Co-author “99 Cahaya di Langit Eropa”

“Kau tahu ada sebuah mitos dunia? Barang siapa melempar sebuah koin ke air mancur itu akan kembali ke Roma? Barang siapa melempar dua koin akan menemukan cinta? Dan, barang siapa melempar tiga koin, dia akan segera menikah”
“Sebenarnya jika ada sebuah air mancur yang bisa membuatku menjadi seorang warga negara Italia, aku akan lebih suka pergi mengunjunginya.”
Mulai dari sinilah perjalanan Revina dimulai. Perkenalannya dengan para moreno membuat hidupnya penuh dilema. Pengalaman bersama Fancesco membuatnya cukup takut untuk mengakui perasaannya, keadaannya. Kehidupannya berputar di negeri orang, bersama bayangan kegagalan masa lalu. Persimpangan selalu menghadirkan kekuatan tersendiri: antara Italia dan Indonesia. Stefano dan Alejandro, bahkan antara Revina dan egonya.
Napoli, ketika jatuh di pelukanmu….
***

Bermula dari kedatangannya di bandara, lalu bertemu dengan teman dari dunia mayanya, Revina pun memulai kisah hidupnya di Italia. Apartemen Stefano menjadi tempat singgah pertama Revina untuk beberapa hari. Namun, karena satu dan lain hal, Revina memutuskan untuk tinggal di apartemen Pablo.
Tak banyak yang bisa diceritakan dari buku ini. Intinya hanyalah sosok Revina yang bingung menentukan pilihan untuk hatinya.
Hal ini terjadi karena terlalu banyaknya plot dan tokoh di dalam cerita. Banyak plot dan tokoh yang tidak penting yang turut tertuang di dalam cerita. Seharusnya setiap tokoh dan plot menyumbang satu poin untuk tokoh utama. Namun, justru plot dan tokoh yang ada justru mempetegas bahwa Revina adalah sosok wanita yang cukup murahan. Terbukti dengan kebiasaannya berplesir dan dijemput oleh lelaki yang baru dikenalnya dalam hitungan hari dan hanya lewat media sosial. Contohnya Danilo dan Giorgio. By the way, aku tidak terlalu paham apa fungsi Danilo dan Giorgio dalam cerita ini.
Sinopsis dan ending yang disajikan terkesan maksa. Penulis seolah-olah tidak tahu dan tidak bisa menunjukkan para pembaca tentang poin untama dari cerita yang ditulisnya. For me, it’s too far from good.

@aninditaninda

0 responses:

Post a Comment

 

Galerie des Livres Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos