Saturday, June 27, 2015

2015 #R16 >> Zee - Meant to Be

Written by ninda anindita at 6/27/2015 10:25:00 AM

Judul                     : Meant to Be
Pengarang          : Zee
Penerbit              : PING!!!
Tebal                     : 232 halaman
Cetakan               : Pertama, 2015
ISBN                      : 978-602-7695-95-5

Kepalaku berderu ketika mataku menangkap sosok itu, duduk sendirian di sana sepertiku, tampak hamper tembus pandang di sisi jendela. Kepalaku berderu ketika otakku berputar brutal, mencoba memutuskan satu di antara dua pilihan. Haruskah aku menyapanya? Atau, aku harus tetap menjaga kewarasanku dan tetap dduduk di sini?
Kedua pilihan itu berkeliaran di pikiranku, berkelebat dan berputar tanpa henti. Lalu, kilasan-kilasan bayangan dan kemungkinan mengalir di kepalaku, menyuguhkan hasil dari kedua pilihanku.
Jika menyapanya hari itu, akan banyak hal baru yang akan kulakukan bersama Vali dan teman-temannya. Tapi, juga ada banyak hal yang akan terkuak.
Jika tidak menyapanya hari itu, karierku akan bersinar bersama The BlackKit. Namun, akan banyak hujaman tepat di hatiku.
Tapi, Tuhan selalu punya cara untuk membuat segalanya menjadi yang terbaik.
***

Jika menyapanya hari itu, Reo akan memiliki teman baru yang mungkin akan membuat hari-harinya terasa semakin terasa indah. Namun, jika tidak menyapanya hari itu, Reo akan memulai kariernya dari panggung ke panggung bersama The Black Kit.
Jika menyapanya hari itu, kehidupan Reo akan berubah. Ia akan terus mencoba untuk membahagiakan dan melakukan hal-hal romantis bersama Vali. Jika tidak menyapanya hari itu, Reo akan berkenalan dengan Vali ddengan cara dan waktu yang berbeda. Dan mereka pun akan memiliki ending yang berbeda.
Ya itulah yang ada di dalam angan Reo. Jika ia menyapanya dan jika ia tidak menyapanya hari itu. Dia terus memikirkan apa yang akan terjadi jika ia menyapanya atau jika ia tidak menyapanya. Berbagai kelebat bayangan pun muncul. Namun, manakah yang sebenarnya terjadi? Apakah semuanya akan sama seperti yang dibayangkan oleh Reo?
Hidup punya skenario. Skenario-Nya selalu misterius. Dan, sutradaranya adalah sutradara terbaik yang bisa kau harapkan: Tuhan. Dia selalu membuat kisah penuh aksi dengan pelintiran heboh di akhir ceritanya. Seberapa sering pun menerkanya, kau tidak akan pernah bisa mendapat akhir yang tepat hanya dengan dugaanmu. (Reo)
***
Yah, begitulah Reo dengan segala angannya. Buku ini tidak bercertia tentang kehidupan Reo. Buku ini hanya ingin menceritakan bagaimana jika Reo menyapanya hari itu dan bagaimana jika Reo tidak menyapanya hari itu.
Sebuah penyajian kisah yang unik mengingat kita lebih sering dicecoki dengan ragam kisah romansa yang biasa-biasa saja. Kehidupan yang hadir di dalam angarn Reo membuat kita sadar bahwa sebenarnya kehidupan memiliki berbagai sisi dengan konsekuensinya masing-masing. Dan itulah yang dilakukan Reo. Ia menimbang apa yang konsekuensi yang akan terjadi jika kita memilih salah satu di antara beberapa opsi yang tersedia.
Namun, rumitnya gaya bercerita membuat penulis sedikit ‘terpeleset’ ketika ingin menceritakan salah satu angan Reo. Mungkin, hal ini bisa diperbaiki lagi dengan membaca ulang naskah dan pengecekan ulang ketika proses editing berjalan.
Secara keseluruhan, cerita ini sangat menarik dan membuka pinta bagi para penulis untuk mecari gaya baru lagi yang unik dan menarik dalam menentukan gaya cerita apa yang akan digunakannya. Congrats!

@aninditaninda

1 responses:

Z Ziggy on September 2, 2015 at 4:17 PM said...

Halo, terima kasih sudah di-review ya! Review-nya baik banget, lagi LOL.
Izin link-nya dipasang di sini, ya: http://gingeress.tumblr.com/post/128174682585/so-then-i-wrote-a-chicklit. Kalau keberatan, nanti saya hapus link-nya :3

Post a Comment

 

Galerie des Livres Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos