Sunday, April 5, 2015

2015 #R7 >> Oscar Wilde - Lukisan Dorian Gray

Written by ninda anindita at 4/05/2015 09:39:00 PM

Judul                     : Lukisan Dorian Gray
Pengarang          : Oscar Wilde
Alih Bahasa         : Diyan Yulianto
Penerbit              : Laksana
Tebal                     : 276 halaman
Cetakan               : Pertama, 2015
ISBN                      : 978-602-255-782-1

Lukisan Dorian Gray
“Setiap kita memiliki sisi malaikat dan sisi setan dalam diri.”
The Picture of Dorian Gray adalah satu-satunya novel mahsyur Oscar Wilde yang dianggap sebagai salah satu karya sastra klasik paling legendaris dari abad kesembilan belas. Selain itu, juga berhasil masuk dalam kategori seratus novel terbaik yang pernah ditulis dalam Bahasa Inggris.
Dorian Gray, pemuda yang menjual jiwanya demi bisa awet muda dan tetap tampan selamanya. Tokoh ini merupakan cerminan bagi setiap kita, yang selama ini begitu mengagungkan penampilan luar dan mengabaikan apa yang telah menggerogoti di dalam jiwa. Sebagaimana lukisan diri yang semakin rusak dan buruk rupa seiring dengan makin banyaknya dosa yang dilakukan, Dorian Gray mengajarkan kepada kita tentang bahaya laten dari perbuatan tercela kepada jiwa manusia yang sejatinya suci.
***
Semula, itu hanyalah lukisan potret biasa. Sang pelukis hanya mengagumi modelnya begitu tinggi sehingga melahirkan karya tersebut. Namun, Harry membuat Dorian, sang model, menyadari bahwa selama ini ia tidak pernah menikmati masa mudanya dengan luar biasa. Harry juga membuat Dorian sadar baha segala sesuatu yang ada di dunia ini akanlah menjadi tua, termasuk dirinya. Dorian tidak mau hal itu terjadi. Ia hanya ingin terus muda seperti apa yang ia lihat dalam lukisan dirinya.
Segala “racun” dari Harry sangat berpengaruh ke kehidupannya. Ia benar-benar merasa tertekan dengan nasihat Harry. Lambat laun, ia merasa raut wajah dalam lukisan tersebut mulai berubah menjadi penuh kebencian. Namun, tanpa disadari, Dorian justru membuat dirinya tunduk terhadap lukisan tersebut. Ia telah membunuh satu-persatu orang-orang terdekat di dalam hidupnya.
Pada akhirnya, ia tersadar dari “mimpi panjang”-nya. Ia ingin melakukan pengakuan dosa. Namun, bukan pengakuan dosa di gerejalah yang ia lakukan, melainkan mengakhiri segala dosanya dengan cara yang tragis.
***
Buku yang bagus bagi pembaca yang mungkin sedah bersusah payah mencari jati dirinya. Namun, bahasanya yang cukup filosofis membuat saya susah untuk mengikuti bagian awal cerita. Butuh waktu berhari-hari untuk sekadar memahami apa yang ingin dikatakan para tokoh, terutama Harry. Gaya bicaranya yang khas terkadang membuat saya bingung apa inti sebenarnya dari kata-katanya. Namun, menuju akhir bab, saya mulai menemukan apa yang ingin penulis katakan melalui tokoh Dorian, Harry, dan Bassil. Butuh perjuangan memang, tapi jika kalian telah menyelesaikannya, kalian akan tahu makna kehidupan yang sebenarnya.

@aninditaninda

0 responses:

Post a Comment

 

Galerie des Livres Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos