Saturday, February 14, 2015

2015 #R3 >> Sir Arthur Conan Doyle - Sherlock Holmes; Petualangan di Rumah Kosong

Written by ninda anindita at 2/14/2015 10:17:00 PM

Judul                     : Sherlock Holmes; Petualangan di Rumah Kosong
Pengarang          : Sir Arthur Conan Doyle
Alih Bahasa         : Dion Yulianto, Busyra, & Amin
Penerbit              : Laksana
Tebal                     : 320 halaman
Cetakan               : Pertama, 2014
ISBN                      : 978-602-296-031-7

Dalam buku ini, dihadirkan delapan cerita terbaik yang akan mengajak pembaca bertualang mendampingi Sherlock Holmes dan Dokter Watson mengungkap berbagai kejahatan yang mengancam kedamaian London dan juga Eropa; termasuk pertemuan dengan sang rival terberat, Profesor Moriaty yang demikian melegenda. Perseteruan brilian keduanya sudah berlangsung lama dan mengarah pada sebuah ending yang sulit diterima akal sehat, dengan tewasnya sang detektif di tangan sang profesor. Benarkah dunia akan benar-benar kehilangan Holmes untuk selamanya ataukah hanya strategi jenius untuk megelabuhi Moriaty?

Kembali pembaca diajak menyusuri kota London dengan kabut pekatnya hingga sepinya pedalaman Surrey. Perjalanan Sherlock Holmes selalu menawarkan penghiburan sekaligus petualangan yang teramat seru!
***
Kumpulan petualangan kali ini membawa judul ‘Petualangan di Rumah Kosong’. Petualangan ini membawa kembali Holmes ke Baker Street beberapa tahun setelah berita kematiannya. Ia memilih kembali karena penasaran untuk membekuk salah satu penembak terjitu di dunia yang sedang berusaha untuk menghabisi nyawanya. Kasus pembunuhan anak seorang pejabat membuat Holmes menemukan titik terang. Holmes sangat yakin ia mengetahui—dan bahkan kenal—dengan sang pembunuh.

Di rumah kosong di sebelah rumahnyalah Holmes beraksi. Ia mencoba untuk mengawasi sang pelaku yang sedang mencoba untuk membunuh dirinya. Senjata yang digunakan sesuai dengan apa yang telah diketahui Holmes selama ini. Dengan berbekal penantian, akhirnya Sherlock Holmes berhasil menangkap mangsa yang ada di depan matanya sendiri. Ia hanya tak menyangka bahwa sang penembak akan menemukan tempat persembunyian yang benar-benar ajaib di luar dugaannya.

Holmes telah menyelesaikan dua kasus sekaligus dalam satu waktu yang bersamaan. Namun, kali ini ia tidak ingin membiarkan namanya tercatat sebagai pahlaawan yang telah berjasa menyelesaikan suatu kasus. Holmes tak ingin para musuhnya semakin bernafsu untuk membunuhnya. Bertatap muka dengan sang pembunuh membuat Holmes merasa cukup. Suatu saat nanti, ia yakin akan membungkam semua musuhnya dengan tangannya sendiri. Biarkan dunia tahu bahwa Sherlock Holmes belum kembali.
***
Seperti biasa, sebagai penggemar cerita-cerita detektif, kisah Sherlock Holmes bukanlah suatu kisah yang tak menarik untuk dibaca. Sifat Holmes yang cukup menyebalkan membuat tokohnya terasa bukan sekadar fiksi. Rasanya Doyle tidak pernah gagal untuk mendeskripsikan Holmes dari kacamata dr. Watson. Semuanya perfect.

Satu hal yang saya sanyangkan, yaitu pemaparan sinopsis pada sampul belakang tidaklah pas. Sinopsis yang tertulis terlalu menggambarkan kisah cerita yang tersaji. Hal itu membuat kisah Holmes sudah tidak terlalu menarik. Pemilihan judul kasus juga kurang pas dengan isi synopsis. Untuk buku kumpulan cerita sebaiknya sinopsi mendeskripsikan apa yang terjadi dengan judul. Jika memang ingin membuat kematian Holmes sebagai daya tarik pembaca, sebaiknya kedua bab tersebut ditaruh di halaman terakhir. Supaya pembaca tetap menduga bahwa Holmes sudah benar-benar mati. Jika ditaruh di tengah, justru pembaca akan tahu dari awal jika sebenarnya Holmes masih hidup. Hal itu memmbuat fokus utama yang akan diangkat ke publik menjadi blur.
Salam hangat,

@aninditaninda

0 responses:

Post a Comment

 

Galerie des Livres Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos