Thursday, January 1, 2015

2015 #R1 >> Artie Ahmad - Cinta Cowok DL-ers; Jodoh Emang Nggak Bisa Dipaksa

Written by ninda anindita at 1/01/2015 10:17:00 AM

Judul                     : Cinta Cowok DL-ers; Jodoh Emang Nggak Bisa Dipaksa
Pengarang          : Artie Ahmad
Penerbit              : MAZOLA
Tebal                     : 228 halaman
Cetakan               : Pertama, 2014
ISBN                      : 978-602-296-010-2

Untuk kamu, Dirman. Sori aja ya, Eyang nggak punya aji-ajian yang kamu harepin. Asal kamu tahu, Anak muda, cinta itu harus menerima apa adanya. Cinta tak perlu dukun. Hati-hati aja, hari gini banyak dukun yang menipu, lho. Kalau kamu mau curhat ke Eyang, bisa follow twitter Eyang @EyangMakGanteng, atau di fanpage Eyang, Eyang Makmur Official. Nah, dengan surat ini, semoga kamu sadar ya.
Sekian dulu, Eyang mau online lagi. :D

Orang yang lagi jatuh cinta emang suka pada gila. Nggak bisa ngebedain mana yang bener dan yang salah. Tampang kayak kardus lusuh tetep aja dibilang ganteng. Parfum dengan wangi bak tukang sampah lewat tetep aja dibilang wangi. Dibilangin susah. Ngeyel. Mau dia dandan kayak apa pun, dengan pedenya berkata kalau itu adalah tren terbaru. Hadeeeeh.
Itulah Dirman si Sepidirman. Kepedeannya untuk meraih cinta Meri Jeni udah kelewat batas. Apapun bakal dia lakukan asal Emjeh, panggilan sayangnya, mau menerima cintanya yang tulus tanpa syarat. Sampai akhirnya Meri Jeni harus mengadakan sayembara untuk para fansnya yang ingin memenangkan hatinya.
Sayembara pun dimulai dengan ‘A Day with Bleki’. Para peserta harus memandikan dan memberi makan Bleki sang anjing, eh, kambing bandot kesayangan Meri. Setelah itu peserta harus mengikuti gaya yoga yang baru saja dibuat oleh Meri. Yang terakhir peserta harus membawakannya kue apem yang sanggup menggoyang lidah Meri.
Kelakuan mereka emang ada-ada aja. Walaupun pemenang sudah ditentukan, mereka tetap tidak pernah menyerah. Peter terus mencari wangsit agar ia mendapatkan hati Meri. Sedangkan Dirman mencoba untuk move on. Satu cewek cantik telah menjadi fansnya. Namun, cerita cinta memang selalu aneh. Ketika Dirman mencoba melupakannya, Meri justru datang dengan segudang harapan untuknya.
“Ternyata bener ya, Man. Dalam mengejar cinta tak perlu wajah yang cakep dan tajir, yang perlu hanya pendekatan, usaha yang nggak capek-capek sama perasaan yang tulus.”
Pantang menyerah. Itulah yang selalu menjadi motivasi Dirman dalam meraih kisah cintanya. Dengan cerita yang unik dan konyol, penulis mampu mengajak pembaca untuk ikut-ikutan gila alias senyum-senyum sendiri membayangkan tingkah Dirman.
Awalnya saya mengira novel ini menceritakan kisah cinta ala remaja ababil parah sehingga saya agak ogah-ogahan untuk membacanya. Nggak salah, sih, tapi penulisnya mengemas cerita ini menjadi sangat konyol dan kocak. Hal itulah yang membuat saya rela menyelesaikan buku ini dalam waktu kurang dari enam jam.
Seru dan kocak. Novel ini cocok dibaca untuk para ABG yang masih sangat sangat ababil dalam memperjuangkan cinta.
Salam resensor,
@aninditaninda


0 responses:

Post a Comment

 

Galerie des Livres Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos