Sunday, October 26, 2014

2014 #R20 >> Sir Arthur Conan Doyle - Sherlock Holmes; Anjing Iblis dari Baskerville

Written by ninda anindita at 10/26/2014 05:46:00 PM

Judul                  : Sherlock Holmes; Anjing Iblis dari Baskerville
Pengarang          : Sir Arthur Conan Doyle
Alih Bahasa       : Dion Yulianto
Penerbit             : Laksana
Tebal                 : 264 halaman
Cetakan             : Pertama, Oktober 2014
ISBN                 : 978-602-255-659-6

‘Dan, yakinlah anakku bahwa setiap dosa pasti ada pengampunannya, dan tiada dosa yang tak terhapus oleh doa yang dijalankan dengan tekun. Belajarlah dari kisah ini bahwa tiada gunanya takut pada masa lalu, tapi tetaplah waspada terhadap masa depan. Dengan demikian jiwa-jiwa jahat yang telah menghantui keluarga kita tidak akan lagi berkuasa atas diri kita.’ (hal. 22)



Teror kematian bagi keluarga Baskerville kembali datang. Sir Charles Baskerville ditemukan tewas di dekat gerbang menuju padang.  Tidak ada tanda-tanda bekas pembunuhan di tubuh Sir Charles. Yang ditemukan hanyalah sebuah jejak kaki anjing pemburu berukuran raksasa.
Sejarah berkata bahwa kematian itu merupakan kutukan karena Hugo Baskerville telah bersikap tidak baik dan ramah kepada lingkungannya. Hal ini menyebabkan banyak orang yang tidak suka dengan kehadirannya. Termasuk wanita yang dicintainya kala itu.
Dengan ide liciknya, Hugo menculik wanita itu dan mengurungnya di kamar atas. Ketika hendak mengantarkan makanan, Hugo mendapati wanita itu sudah tidak ada di kamarnya. Terbakar amarah, Hugo lalu mengutus anjing pemburunya untuk mengejar wanita itu. Ada satu pemandangan ganjil yang disuguhkan oleh alam. Tidak hanya wanita itu yang ditemukan tewas di ladang tapi juga Hugo Baskerville dengan leher terkoyak oleh anjing pemburu raksasa. Anjing itu memamerkan matanya yang mengkilat merah kepada komplotan Hugo. Ia juga memperlihatkan taring tajamnya yang berlumuran darah. Sejak saat itulah kutukan anjing raksasa selalu menghantui keturunan Baskerville.
Dr. Mortimer tidak ingin kutukan itu berlanjut kepada keturunan terakhir keluarga Baskerville. Segala daya upaya ia lakukan, termasuk meminta bantuan kepada Sherlock Holmes.
Untuk menjalankan aksinya, Sherlock Holmes meminta bantuan kepada dr. Watson untuk menemani Sir Henry selama ia tinggal di Baskerville. Jangan sampai Sir Henry keluar sendiri tanpa pengawasan.
Berbagai kejadian ganjil yang telah terjadi di tempat ini turut menimbulkan suasana muram yang turut mempengaruhi suasana hati kami. (hal. 158)
Gaya bertutur Conan Doyle yang sangat apik tidak bisa diragukan lagi. Caranya menyampaikan detail-detail di setiap peristiwa selalu khas. Yang saya sayangkan, keindahan ini justru agak terganggu dengan beberapa typo yang ada, seperti :
  • -          Kata ‘sebisa’ pada hal. 10
  • -          Tanda baca koma pada hal. 11
  • -          Kata ‘dank au’ pada hal. 16
  • -          Tidak ada quotation marks pada hal. 27
  • -          Kata ‘mengenakan’ pada hal. 50
  • -          Kata ‘siluman’ pada hal. 60
  • -          Kerancuan dalam menggunakan ‘aku’ dan ‘saya’ pada hal. 88
  • -          Kata ‘menggaet’ pada hal. 134
  • -          Kata ‘pagi hari’ pada hal 134
  • -          Klausa ‘apa yang akan bajak lakukan’ pada hal. 135
  • -          Frasa ‘tak dapat ditolak’ pada hal. 141
  • -          Klausa ‘tidak ada gunakan’ pada hal. 169
  • -          Kata ‘Henry’ pada hal. 216
  • -          Kata ‘jam’ pada hal. 236

Jika typo yang ada hanya satu atau dua tidak terlalu masalah. Namun, jika terlalu banyak juga membuat buku tidak enak untuk dibaca. Walaupun buku tersebut ditulis oleh penulis ternama.
Saya juga menemukan hilangnya spasi pada :
  • -          Hal. 33 paragraf ketiga baris pertama
  • -          Hal. 42 paragraf kedua dari terakhir baris ketiga
  • -          Hal. 54 paragraf kedua dari terakhir baris pertama
  • -          Hal. 52 paragraf terakhir baris pertama
  • -          Hal. 64 baris ketiga dan keempat
  • -          Hal. 65 paragraf ketiga baris pertama
  • -          Hal. 74 baris ketujuh dari terakhir
  • -          Hal. 88 paragraf ketiga baris pertama
  • -          Hal. 133 baris kelima
  • -          Hal. 139 baris kelima
  • -          Hal. 151 paragraf terakhir baris pertama
  • -          Hal. 171 paragraf ketiga baris keempat
  • -          Hal. 174 paragaf kedua baris pertama
  • -          Hal. 175 baris kedua dari terakhir
  • -          Hal. 191 baris kelima dan kedelapan
  • -          Hal. 204 baris keenam dari terakhir
  • -          Hal. 215 baris keempat dari terakhir
  • -          Hal. 225 paragraf kedua dari terakhir baris pertama
  • -          Hal. 239 baris ketujuh
  • -          Hal. 258 baris kedua dari terakhir

Tolong untuk para penulis, editor, dan layouter untuk mengecek embali buku sebelum dicetak. Saya sebagai pembaca merasa terganggu bila hal-hal seperti ini terus terjadi dan dalam jumlah yang tidak sedikit.

Salam resensor,
@aninditaninda

0 responses:

Post a Comment

 

Galerie des Livres Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos