Monday, October 13, 2014

2014 #R19 >> Senja Nilasari - Mesopotamia; Mimpi Panjang yang Teramat Melelahkan

Written by ninda anindita at 10/13/2014 09:06:00 PM

Judul                  : Mesopotamia; Mimpi Panjang yang Teramat Melelahkan
Pengarang          : Senja Nilasari
Penerbit             : PING!!!
Cetakan             : Pertama, September 2014
ISBN                 : 978-602-296-023-2

Tiba-tiba, buku itu membuka dirinya sendiri. Seperti ada tiupan angin yang membuatnya terbuka di lembar kesekian. Oman terkaget. Ada gambar lingkaran. Gambar itu membuatnya pusing seketika. Tubuhnya limbung dan kemudian hitam. (hal. 18)
Oman kembali ke Baghdad karena Ummi meninggal dunia. Ia sama sekali tidak memperhatikan adiknya yang rindu padanya. Ia justru memilih mengunjungi rumah yang telah diwariskan Ummi kepadanya. Di sana ia melihat buku berjudul Handbook to Life in Ancient Mesopotamia. Dan buku itu kembali hadir ketika ia kembali ke kamarnya untuk beristirahat.
Oman terbangun ketika ia sudah berada di dimensi ruang dan waktu yang lain. Ia berada di Summer abad ke-21 sebelum masehi. Di sana ia menjadi budak untuk beberapa tuan. Membajak sawah, membuat batu bata, samoai akhirnya ia menjadi salah satu orang yang berjasa untuk membangun Ziggurat Ur, salah satu ziggurat bangsa Mesopotamia yang terbesar.
Di sela-sela pembangunan ziggurat, ia bercerita kepada Raja Shulgi bahwa ia meupakan seorang perancang bangunan di negerinya. Raja Shulgi kemudian menantangnya untuk membuat sebuah pola Ziggurat tingkat atas yang akan dikerjakan oleh beberapa budak. Sayang, Tuan Gitlam merasa tersaingi dengan kehadiran Oman, yang kala itu sudah berubah nama menjadi Alan. Tuan Gitlam berusaha untuk menjegal hasil karya Alan dengan memfitnahnya menyelingkuhi istrinya.
Raja Shulgi tidak bodoh. Sebenarnya ia tahu siapa yang benar dan siapa yang salah. Ia tetap menyuruh Alan untuk mendesain pola Ziggurat yang baru kemudian ‘membuang’ Alan. Raja Shulgi tahu bahwa ini semua hanyalah akal-akalan Tuan Gitlam. Ia tahu bahwa yang diinginkan Tuan Gitlam hanyalah menyingkirkan Alan. Namun, Raja Shulgi punya rencana lain.
“…di dalam sabak tersebut, Raja Ur, Shulgi, menulis tentang alien yang membantunya membangun ziggurat. Nama alien atau makhluk langit itu adalah Alan. Penemuan ini semakin membuktikan bahwa bangsa Sumeria sudah mengenal alien.” (hal. 217)
Alur yang disampaikan cukup manis, namun penyajian latar kurang mengena. Pengenalan tokoh juga terkesan dipaksakan. Seandainya bagian introduction dihilangkan mungkin akan menjadi lebih nyaman untuk dibaca. Penulis terkesan hanya menyuguhkan kalimat berpola SPOK simpel layaknya anak SD di awal cerita. Selebihna, cerita ini cukup menarik dan ringan utnuk dibaca oleh para ABG.

Salam resensor,

@aninditaninda

2 responses:

Senjanila on October 20, 2014 at 1:54 PM said...

terima kasih resensinya :)

Rendra Alkundury on October 20, 2014 at 4:03 PM said...
This comment has been removed by a blog administrator.

Post a Comment

 

Galerie des Livres Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos