Tuesday, September 2, 2014

2014 #R17 >> Arikho Ginshu - Maya; And The Darkness Surrounding

Written by ninda anindita at 9/02/2014 04:50:00 PM


Judul                  : Maya; And The Darkness Surrounding
Pengarang          : Arikho Ginshu
Penerbit             : PING!!!
Cetakan             : Pertama, Agustus 2014
ISBN                 : 978-602-255-619-0

Pendakian suka cita ke Gunung Kerinci justru diakhiri dengan duka mendalam. mereka nyaris saja kehilangan satu nyawa, Binar Saga. Kepergiannya yang tiba-tiba dari tubuhnya mengejutkan banyak orang dan mengantarkan mereka untuk bertemu dengan Ki Rangkat.
Ki Rangkat berkata bahwa hanya akan ada satu cara dan satu orang yang bisa membawa Binar Saga kembali ke raganya dan hanya orang terpilihlah yang bisa melakukannya. Ya. Hanya Tondilah yang bisa menjemput Binar Saga untuk kembali hadir di tengah-tengah mereka. Dengan bertaruhkan nyawa, Tondi pun akhirnya memberanikan diri untuk pergi ke alam yang tidak pernah dikenalnya sebeleum ini.
Perasaan takut yang mencekam membuat Tondi harus segera menunda ‘pekerjaannya’ di sana. Ia belum terbiasa dengan tempat tersebut. Ia belum terbiasa dengan segala persembahan yang ada. Ia pun belum terbiasa dengan perlakuan orang-orang di sana.
Perjalanannya yang kedua kali ini terasa lebih berat. Jika Binar Saga tak berhasil ia selamatkan, maka Binar Saga akan menjadi persembahan bagi Dewa Bulan. Namun, membawa Binar Saga kembali ke dunianya tidaklah mudah, sebab di sana, Binar Saga telah menjadi sosok yang berbeda. Segala ingatannya telah dihapuskan oleh sang pendeta dan hanya dengan melihat wajah seseorang dari masa lalunyalah maka ia akan kembali. Sayang, Tondi tidak bisa dengan mudah untuk menampakkan wajahnya di depan Binar Saga. Ia harus menunggu saat malam persembahan tiba. Ia harus menunggu agar ia bisa melakukan persembahan bersama Binar Saga dan memaksanya untuk melihat wajahnya yang sedari tadi tertutup jubah.
Tindakan selalu menuntut sebuah keikhlasan dari orang yang melakukannya, agar semua yang kita lakukan tak akan sia-sia nantinya. (hal. 29)
Tak hanya dari sisi dunia manusia, Arikho juga memaparkan segalanya dari sisi dunia Maya. Ia menampilkan detil perjalanan Amorza dan Azorda hingga mereka harus bertanggung jawab atas masuknya Binar Saga ke dalam dunia mereka.
Pemilihan diksi yang cerdas membuat novel terlihat cukup menarik walaupun masih terdapat beberapa typo di sana-sini.
Tokoh favorit saya adalah Tondi yang benar-benar tulus mencintai Binar Saga apa adanya dan tanpa mengharap imbalan apapun. Ia rela menggantungkan nyawanya demi menjemput kembali Binar Saga.
“Ketahuilah satu hal, Tondi. Saat terjaga seperti ini kau boleh menyangkal apa saja, namun itu tidak berlaku saat alam sadar meninggalkan ragamu. Saat itulah kau berkata dengan jujur, kejujuran yang sejujur-jujurnya.” (hal. 295)

Salam resensor,

@aninditaninda

0 responses:

Post a Comment

 

Galerie des Livres Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos