Tuesday, July 29, 2014

2014 #R13 >> Pia Devina - Carrying Your Heart; Mencari Tempat 'Tuk Berteduh

Written by ninda anindita at 7/29/2014 08:19:00 PM

Judul                  : Carrying Your Heart; Mencari Tempat ‘Tuk Berteduh
Pengarang          : Pia Devina
Penerbit             : DIVA Press
Tebal                 : 249 halaman
Cetakan             : Mei 2014
ISBN                 : 978-602-255-589-6

People said that there’s nobody in this world who’s haing a perfect life. (hal. 30)



Rendi, selalu hadir untuk men-support Kira agar mau bertemu dengan sang ayah apapun yang terjadi. Walaupun Rendi tahu bahwa Kira dan ayahnya sudah pernah bertemu... di waktu dan tempah yang tidak tepat.
Tapi, masalah yang dialami Kira tidak hanya pertemuannya dengan sang ayah. Kehadiran sosok Nathan yang kian mengisi hari-harinya di Rotterdam membuatnya tersiksa. Tersiksa dengan kenyataan bahwa Rendi menunggunya pulang ke Indonesia dengan setia. Hatinya tidak bisa lagi berdusta. Walaupun Rendi tengah berada di Rotterdam untuk melanjutkan kuliahnya dan menepati janjinya kepada Kira, mempertemukan Kira dan sang ayah.
Inilah hidup yang penuh akan pilihan. Hati dan otak Kira telah memilih, meskipun Kira tahu bahwa akan ada yang sakit hati dengan pilihannya itu. Justru, ketika Kira telah memantapkan hatinya, sebuah kejutan datang dari orang yang ia pilih. Kejutan yang mungkin akan membat ia rapuh. Tapi Kira sadar bahwa ia harus bangkit. Ia datang ke Rotterdam dengan misi untuk bertemu dengan ayahnya. Setelah itu, semuanya selesai.
Hatiku lantas terasa dipanah sebanyak tiga kali dan menimbulkan tiga bekas luka yang berbeda. Ketakutanku akan niat untuk bertemu Papa kembali, Rendi yang memelukku dengan tulus sementara di hatiku mulai menyimpan sosok lain yang kurindukan, juga Nathan yang mungkin kini tersakiti hatinya dengan keberadaanku yang ada dalam dekapan Rendi. (hal. 109)
 Entah sudah keberapa kalinya saya baca romance yang berlatar belakang negeri orang. Dan membacanya membuat saya ingin langsung terbang ke tempat tersebut. Menikmati indahnya pemandangan seperti yang dituturkan para penulis di dalam buku-buku mereka. Sayang, keindahan Rotterdam di buku ini tidak begitu ditonjolkan melalui deskripsi hanya dengan ungkapan dari para tokoh bahwa tempat tersebut indah. Saya sebagai pembaca justru kurang mendapatkan sisi keindahan dari tempat-tempat yang dikunjungi.
Penggunaan Bahasa Belanda yang sangat minim juga membuat atmosfer Rotterdam tidak begitu terasa. Justru lebih terkesan seperti reuni orang-orang Indonesia yang berada di Rotterdam. Ah, itu hanya menurut pendapat saya saja. Subjektivitas masing-masing individu boleh berbeda, kan?
Dari segi cerita, saya suka dengan permainan main conflict yang menunjukkan konflik antara Kira dan ayahnya. Lainnya hanya selingan. Kisah romance yang tidak betul-betul romance ini justru memberikan referensi baru dalam dunia percintaan, terutama kisah percintaan ala Indonesia.
Secara bahasa, mungkin ada beberapa koreksi dari saya.
1.       Pada hal. 36 tertulis ‘He’s the one on earth...’ mungkin lebih tepat jika ditulis in earth karena on earth memiliki arti lain, yaitu gerangan (What’s on earth = Ada apa gerangan?)
2.       Di beberapa bagian tertulis ‘...tahun sebelumnya’ atau ‘...yang lalu’. Tolong diperhatikan kembali, ada beberapa bagian yang dirasa tidak tepat. Seperti pada hal. 32, jika ditulis ‘lima tahun sebelumnya’, maka kata-kata ini akan merujuk kepada waktu yang tertulis di hal. 28. Di hal. 28 tertulis ‘lima tahun sebelumnya’, secara bahasa yang ada di hal. 32 merujuk pada waktu lima tahun sebelum hal. 28. Ribet memang, tapi coba diperhatikan. Ada beberapa bagian yang kurang pas dibaca.
3.       Pada hal. 46 tertulis bahwa Iriana bertanya kepada Kira dengan menggunakan Bahasa Inggris. Menurut saya, penegasan bahwa Kira menjawab pertanyaan tersebut dengan menggunakan Bahasa Inggris pada hal. 47 bisa dihilangkan, merujuk dari asal-usul mereka yang memang berbeda.
4.       ‘Setelah kami nonton...’ (hal. 49). Berhubung paragraf tersebut bisa dibilang pragaraf deskripsi (bukan dialog), lebih baik ditulis menonton bukan nonton.
5.       Terjadi pengulangan deskripsi bahwa Nathan dan Kira berada di sati bangunan apartemen dan Nathan berada di lantai satu bersama Matthew, rekan kerja Kira, sedangkan Kira berada di lantai empat. Hal ini sudah dijelaskan pada hal. 16, tetapi kembali diulang pada hal. 51.
6.       Pada hal. 63 terdapat penekanan pada kata ‘dating time’. Menurut saya penekanan justru lebih tepat jika diletakkan apda kata ‘real’, karena sebenarnya Kira dan Nathan sudah sering melakukan ‘dating time’ yhanya baru sekaranglah mereka betul-betul melakukan ‘dating’.
Untuk para editor dan layouter dimohon untuk concern pada pemberian spasi pada hal. 63 baris ketiga terakhir, hal. 159 paragraf ketiga baris pertama, dan hal. 162 baris kelima.
Untuk keseluruhan ceriyanya, saya memberikan tiga bintang dari lima bintang. J
Apa yang akan kamu lakukan kalau kamu sedang bersama dengan orang yang tulus menyayangimu, tapi ada suara di dalam hatimu yang berteriak bahwa kamu menginginkan orang lain yang hadir untuk menemanimu? (hal. 158)

Salam resensor,

@aninditaninda

0 responses:

Post a Comment

 

Galerie des Livres Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos