Monday, July 28, 2014

2014 #R12 >> Jacob Julian - You're Not Funny Enough

Written by ninda anindita at 7/28/2014 05:41:00 PM

Judul                  : You’re Not Funny Enough
Pengarang          : Jacob Julian
Penerbit             : PING!!!
Tebal                 : 280 halaman
Cetakan             : Pertama, Juni 2014
ISBN                 : 978-602-255-617-6

Comic seperti seniman. Dia butuh waktu untuk memoles karyanya agar saat ditampilkan menjadi sebuah masterpiece yang akan dikenangsepanjang masa.” (hal. 37)
Bagaimana perasaanmu jika kamu berada di atas panggung, berniat untuk menghibur semua orang yang ada di depanmu, tapi tidak ada yang terhibur atas penampilanmu? Syok, sedih, putus asa pasti menggelayuti pikiran kalian. Apalagi jika tidak ada yang menonton penampilan terakhirmu di panggung. Dunia seakan sudah terbalik, bukan?
Ya, itulah yang dialami Jamian Dupont. Dia sangat mencintai dunia stand-up comedy dan menjadikannya pekerjaan tetap bagi hidupnya. Namun apa daya ketika dunia stand-up comedy tidak lagi memberikan mimpi indah baginya. Ia harus hengkang, itulah tekad Jamie terakhir kalinya.
Di tengah pelariannya, ia justru bertemu dengan sepasang kekasih yang baru saja melangsungkan pertunangan mereka. Fey, wanita aktif yang terkagum-kagum dengan para comic, meminta Jamie tampil di atas kapal, setidaknya untuk memberi mereka hadiah atas pertunangan mereka.
Akhirnya, Jamie pun tiba di kota yang akan menjadi tempat pelariannya. Demi menyambung hidup, Jamie rela untuk bekerja sebagai seorang cleaning service di salah satu mal. Tapi, keajaiban justru datang dari sana. Ia bertemu seseorang yang sudah lama berkecimpung di dunia hiburan. Hanya nasibnya saja yang sedang apes sehingga menjadikannya sebagai kepala cleaning service di tempat Jamie bekerja.
Berkat kegigihan Jamie dan Gaiman, mereka pun sukses untuk menggelar sirkus dan dari sirkus itu pulalah orang-orang mulai kembali menyukai stand-up comedy. Tapi, bagaimana dengan kisah asmara Jamie? Seberapa besarkah arti Sonya dan Fey dalam hidupnya?
“Aku mau tanya satu hal padamu. Karena kau orang yang sudah banyak pengalaman, kau tentunya sudah tahu jawabannya. Sebenarnya kesempatan itu dicari atau didapat?”
“Ada dua hal, dicari dan didapat. Yang jelas, kesempatan bukan keberuntungan. Orang jeli akan tahu bedanya. Yang pasti, mereka mengarah pada satu hal. Impian.” (hal. 160)
Saya sangat kagum dengan optimisme Jamie untuk mempertahankan stand-up comedy. Tak hanya mengenai dunia stand-up comedy, tapi ia juga menyemangati Gaiman dan kawan-kawannya untuk tetap mempertahankan dunia sirkus yang telah menjadi bagian terpenting dari hidup mereka.
Mungkin ada sedikit masukan dari saya mengenai penulisannya, yaitu:
  1. Ada satu hal yang ingin saya tanyakan kepada penulis, yaitu apa maksud dari kata ‘negara dunia ketiga’ pada hal. 11?
  2. Ada dua opsi untuk kalimat ketiga pada hal. 14, ‘Kamar ini disewanya atas penampilannya di kafe Beni berhasil...’ atau ‘Kamar ini disewanya atas saat penampilannya di kafe Beni berhasil...’.
  3. Pada hal. 62 baris ketiga dari bawah tertulis ‘”How I can move on when I still in love with her?”’. Awalnya saya ragu dengan grammatical error yang ada. Setelah saya cek di internet rupanya saya cenderung benar. Seharusnya tertulis ‘”How can I move on...”’.
  4. Pada hal. 74 baris terakhir sebaiknya ditulis ‘Tak mungkin ada orang yang berpindah tempat dengan tujuan yang tak tentu seperti yang sekarang dialami Jamie kali ini.’
  5. Pada hal. 77 paragraf kedua baris kedua yang benar ‘suaranya’ atau ‘suara’. Sepertinya ‘suara’ lebih cocok.
  6. Pada hal. 114 baris terakhir sebaiknya ditulis ‘Mereka hanya saling mengucapkan selamat malam beberapa jam yang lalu.’
  7. Pada hal 135 baris ketiga terakhir tertulis ‘berarti dirinya boleh beristirahat(spasi)(titik)’. Seharusnya ‘berarti dirinya boleh beristirahat (titik)(spasi)’.
  8. Pada hal 199 ada beberapa bagian yang menggunakan quotation marks di awal kalimat tapi tidak diakhiri dengan quotation marks.
  9. Pada hal. 243 paragraf keenam baris kedua setelah tanda titik sehearusnya diikuti huruf kapital.
  10. Pada hal 260 paragraf pertama baris kelima terakhir tertulis ‘Saat di televisi di ruang ganti...’. menurut saya kalimat ini agak belibet, mungkin bisa diganti dengan yang lebih enak dipahami.
  11. Pada hal 264 paragraf kedua baris kedua tertulis ‘Aku juga penampilanmu tadi,’ Mungkin yang tepat adalah ‘Bagus juga penampilanmu tadi.’
  12. Pada hal. 276 baris kedua akan dirasa lebih tepat jika menggunakan tanda koma bukan titik.


Dan yang terakhir, kritik bagi para editor atau layouter untuk memberikan spasi pada :
1.       Hal. 14 baris ke-7
2.       Hal. 21 baris pertama
3.       Hal. 80 baris pertama
4.       Hal. 112 paragraf ketiga baris pertama
5.       Hal. 144 paragraf ketiga baris kedua ‘satu(spasi)jam’

Salam resensor,

@aninditaninda


0 responses:

Post a Comment

 

Galerie des Livres Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos