Thursday, June 26, 2014

2014 #R8 >> Andy S. & Lygia P. - Balotelli vs Zlatan (before editting)

Written by ninda anindita at 6/26/2014 10:44:00 AM


Judul                  : Balotelli vs Zlatan
Pengarang          : Andy S. & Lygia P.
Penerbit             : Grasindo, PT Gramedia Widiasarana Indonesia
Tebal                 : 66 + 94 halaman
Cetakan             : 2014
ISBN                 : 978-602-251-392-6

Masa lalu sering kali menyisakan cerita kelam yang enggan dimunculkan kembali di masa depan. Terlebih jika di masa depan ternyata kehidupan yang dijalani jauh lebih baik dibanding dulu. Mungkin setengah hati ingin melupakan, namun setengah hati lainnya tak dapat mengelak bahwa masa lalu tersebut akan selamanya terikat erat, lengkap dengan segala kebahagiaan da kepahitannya. (Balotelli – hal.6)

Buku ini menceritakan berbagai kisah mengenai dua pesepak bola yang cukup populer, Mario Balotelli dan Zlatan Ibrahimovic. Kedua pesepak bola yang ‘banyak maunya’, sulit diatur, arogan, dan masih banyak lagi kelakuan mereka yang membuat publik menggelengkan kepalanya.
Balotelli yang lahir dengan nama Mario Barwuah hidup di ambang kemiskinan. Ayahnya yang hanya seorang buruh tidak membuat mereka hidup cukup selama di Ghana. Mungkin hal inilah yang membuat Mario kecil sering menghabiskan waktu bermainnya di rumah sakit karena mengalami komplikasi pada ususnya dan mengharuskannya menjalani serangkaian operasi demi menyambung nyawa. Orang tua Mario kecil pun meminta bantuan kepada Dinas Pelayanan Sosial agar ia bisa hidup dengan lebih layak. Akhirnya, pada usianya yang ketiga tahun Mario diasuh oleh keluarga Balotelli yang berwarganegaraan Italiadan ia pun berganti nama menjadi Mario Balotelli.
Kecintaannya terhadap bola sejak kecil menyebabkan ia tak pernah berpisah sedetik pun dari bola kesayangannya. Setelah menginjak usia lima tahun, ia pun bergabung dengan USO Mompiano. Perjalanan panjang Balotelli menguat setelah ia bergabung dengan Inter Milan. Tak berhenti di Inter Milan, permainan apik sang pesepak bola diakui di tanah Eropa yang menyebabkan ia tak hanya bepindah-pindah klub, tetapi juga negara. Balotelli sempat bermain untuk Manhester City selama beberapa musim, walaupun pada akhirnya ia lebih memilih AC Milan.
Dengan latar belakang yang tidak jauh berbeda, dunia juga memiliki Zlatan Ibrahimovic sebagai pemain unggul dari Swedia. Berada di lingkungan yang keras membuat Zlatan terlihat ‘keras’ juga. Sikap bengalnya di waktu kecil berhasil membawanya ke Malmo FF  dan menandatangani kontrak pertamanya.
Sikap serakah dan tak pernah puas membawa Zlatan berkeliling klub dan negara. Dari Amsterdam hingga Paris pernah ia bela. Sikap ambisiusnya pulalah yang mengantarkannya utntuk menerima beberapa penghargaan sebagai Top Scorer dan pamain asing terbaik.
Tak hanya kisah mereka dalam dunia persebakbolaan, tetapi juga dalam kehidupan mereka sehari-hari. Andy dan Lygia menaruh dengan apik dan rapih segala sisi positif dan negatif mereka. Apa yang mereka rasakan di tengah tekanan ekonomi dan para pendukung yang antipati dengan mereka. Bahkan sudah banyak yang ingin menyingkirkan mereka sejak mereka berada di akademi sepakbola. Penambahan beberapa dokumentasi mereka di depan dan di belakang lapangan hijau membuat pendeskripsian tentang kedua tokoh ini semakin menarik. Sayang beberapa dokumentasi ini memiliki resolusi yang rendah sehingga terlihat pecah saat terlihat di buku.
Masalah rasis yang dihadapi Balotelli tidak serta merta menghapus niat dan mimpinya untuk melaju ke berbagai klub ternama di Eropa. Ia hanya ingin membuktikan bahwa orang berkulit hitam pun bisa berprestasi di bidang yang mereka suka.
Kenakalan Zlatan dan berbagai permainan triknya di lapangan juga cukup menyulut emosi beberapa teman dan orang tuanya. Tapi siapalah Zlatan? Ia hanya ingin menjadi nomor satu di berbagai ajang bergengsi. Ia hanya ingin mencari tantangan di setiap klub yang dipilihnya termasuk ketika ia memilih untuk bergabung di Paris-Saint Germain.
Jatuh bangun yang harus ia alami dalam hidup, seyogianya dapat menjadi contoh yang lain, bahwa impian sudah selayaknya diperjuangkan. (Balotelli-hal.65)
Balotelli dan Zlatan mengajarkan kepada kita bagaimana cara kita merencanakan mimpi, menggapai mimpi, dan bersyukur atas pencapaian tersebut. Tidak ada hal yang tidak mungkin di dunia ini. Bahkan Zlatan pun pernah berkata bahwa dulu ia tidak pernah menganggap dirinya sebuah talenta besar.
Piala Dunia yang sampai saat ini belum pernaih mereka cicipi kemenangannya menjadi satu motivasi tertinggi di hidup mereka. Semoga lapangan hijau di salah satu belahan dunia bisa mengantarkan mimpi terbesar mereka untuk membela negara tercintanya.

Salam resensor,

@aninditaninda

0 responses:

Post a Comment

 

Galerie des Livres Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos