Wednesday, June 18, 2014

2014 #R7 >> Farrahnanda - Partitur Dua Musim (The Moments that Bring Me Back to You)

Written by ninda anindita at 6/18/2014 10:37:00 AM

Judul                  : Partitur Dua Musim (The Moments that Bring Me Back to You)
Pengarang          : Farrahnanda (@farrahnanda)
Penerbit             : de TEENS
Tebal                 : 347 halaman
Cetakan             : Pertama, April 2014
ISBN                 : 9786022555285

Sebuah simfoni seharga lima ratus ribu dollar Kanada untuk sebuah acara ulang tahun? Bukan bermaksud hiperbola ataupun merendahkan, tapi ini fantastis. Seorang komposer dan pianis saja tak sanggup membayangkannya. Tak hanya itu, sebuah kostum gratis pun sudah tersedia untuk mereka.
Berbekal pengalaman Scarlet dalam menggubah lagu, La Nuitte Orchestre (LNO) bersedia membantu mereka dalam rekaman orkestra dibantu dengan konduktor asal Italia, Monsieur Anselmi. Pesta pun berjalan cukup lancar di sebuah townhouse bergaya neo-klasik. Crimson yang mudah akrab dengan wanita pun segera “berjelajah” untuk mencari sang ratu dansa. Sayang sang ratu dansa justru lebih memilih Scarlet yang kaku dan ... aneh ketimbang dirinya yang romantis. Tidak berhasil mendapatkan ratu dansa, cukuplah dengan mengantongi ratu pestanya.
Kedekatan Crimson dengan sang ratu pesta, Monique Barnabè, yang semakin intim dan intens membuat Crimson dan Monique harus rela membeberkan segala rahasia besar keluarga Laroux dan Barnabè. Terutama pada kisah dua biola Stradivarius yang sangat melegenda di telinga para pencinta musik. Dan sepertinya, M. Barnabè memang patut diwaspadai.
“Saat pertama bertemu di pesta itu, kau tahu aku telah menjadi milikmu. Simfoni itu telah menyeretku, terperosok dalam sebuah pesona mewah dan tak terkatakan. (hal 112)
Di dalam buku ini, penulis tidak hanya menceritakan tentang misteri biola-biola Stradivarius tetapi juga menceritakan bagaimana kisah cinta antara Crimson, Elena, dan Scarlet yang mungkin bisa membubarkan tali persaudaraan di antara mereka. Scarlet dengan segala kekakuannya, sikapnya yang tidak biasa disentuh secara tiba-tiba, membuat Elena sempat berpaling kepada Crimson, pria yang jauh lebih romantis dan perhatian daripada Scarlet. Pengalaman-pengalaman di atas ranjang pun membuat Crimson semakin dilema untuk memilih antara Elena dan Monique, walaupun dia tahu bahwa Elena hanya akan menjadikannya “mainan ranjang” saja. Tapi, cinta akan menunjukkan jalan sang putri menuju istana di mana pangeran impiannya berada.
“Aku bahkan sudah kalah sejak awal. Kau tahu, yang ditawarkan wanita itu adalah permainan, bukan cinta. Jadi, sejak awal aku memang sudah dipecundangi. Bagian terburuk, aku suka dipecundangi oleh Elena.” (hal 172)
Mmmmm. Sepertinya untuk para ABG yang masih menyandang status sebagai fresh graduate from kid jangan dulu baca ini yaa. Tidak akan menjadi vulgar jika dibaca oleh usia 15 tahun ke atas. Hehehe. Di satu sisi, Farrahnanda menyajikan ceritanya dengan sangat kompleks dan ... errr... rumit, tapi indah. Farrahnanda juga tidak melupakan sisi dari kota Paris yang memang sudah terkenal dengan keromantisan dan kedamaiannya. Well, good job! 4 bintang deh buat Farrahnanda.
Seharusnya Beethoven tidak bisa lebih nakal. Tapi, kenyataannya dia bisa menggodaku dan Monique, mengajak keriangan dalam movement kedua. Ah, aku betul-betul menikmati setiap kami saling lempar gemuruh sayang. Sementara, Beethoven mengintai dari ekor piano. Hatiku telah tertawan. Terlalu mudah dipenjara oleh wanita. (hal 124)
Sayang, saya masih menemukan beberapa kesalahan dari pihak DIVAPress dan de TEENS, yaitu tidak ditemukannya spasi pada :
-          hal. 11 baris kedua
-          hal. 17 baris keempat dari bawah
-          hal. 37 baris pertama dan paragraf kelima baris keempat
-          hal. 45 baris ketiga
-          hal. 54 baris pertama
-          hal. 118 baris ketiga dan kesepuluh
-          hal. 168 paragraf terakhir baris kedua
-          hal. 174 paragraf pertama baris kedua dari bawah
-          hal. 178 baris kedua dari bawah
-          hal. 183 paragraf kelima baris kedua
-          hal. 292 baris kedelapan dari bawah
-          hal. 308 paragraf keempat baris ketiga
-          hal. 334 paragraf ketiga baris kedua
Selain itu, ada pula beberapa kesalahan tambahan, yaitu :
-          hal. 245 paragraf pertama baris keempat dari bawah, mungkin yang seharusnya tertulis di sana adalah Scarlet bukan Crimson
-          hal. 287 paragraf kedua baris keempat terdapat typo penulisan Dvotrakova yang seharusnya ditulis Dvorakova
Ada satu hal yang ingin saya tanyakan kepada Farrahnanda adalah maksud kata ‘Mama dari anak yang kemarin’ pada hal. 57. Saya tidak bisa menangkapnya dengan jelas.
Saya selalu benci pada kisah-kisah yang tak tuntas, tapi memang begitulah sejatinya sebuah kisah. Dan Farrahnanda berhasil membuat saya semakin benci pada kenyataan tersebut. (–Adityarakhman, stroyteller)


Salam resensor,

@aninditaninda

0 responses:

Post a Comment

 

Galerie des Livres Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos