Monday, June 16, 2014

2014 #R6 >> Hanum Salsabiela & Rangga - 99 Cahaya di Langit Eropa (Perjalanan Menapak Jejak Islam di Eropa)

Written by ninda anindita at 6/16/2014 09:48:00 PM

Judul                  : 99 Cahaya di Langit Eropa (Perjalanan Menapak Jejak Islam di Eropa)
Pengarang          : Hanum Salsabiela & Rangga (hanumrais@gmail.com)
Penerbit             : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal                 : 412 halaman
Cetakan             : Kelimabelas, Desember 2013
ISBN                 : 9789792272741

Dengan niat awal untuk mendampingi sang suami bekerja, maka Hanum turut pegi ke Wina bersama Rangga. Pertemuannya dengan Fatma mengantarkan dirinya untuk mengetahui beberapa jejak peninggalan Islam yang ada di Eropa. Hanya sebagian kecil memang, tapi itu cukup membuatnya semakin yakin atas kebesaran Allah di tanah sekular ini. Terutama membuat dirinya bertambah penasaran akan kebenaran dari ‘the true city of lights’ di Cordoba, bukan di Paris seperti anggapan banyak orang. Tak hanya itu, Fatma juga mengajarkan tiga cara yang cukup ampuh dan menyenangkan untuk bersyiar di Austria.
Kembalinya Fatma ke tanah airnya di Turki menyisakan banyak duka bagi Hanum. Ia merasa harus suffer sendirian bersama sang suami dengan ketebalan iman yang sangat pas-pasan. Kenangan saat menonton laga Turki dan riuh kemenangannya terasa hambar tanpa kehadiran Fatma.
Seorang imam dari Vienna Islamic Center mengajak Hanum dan Rangga untuk sedikit berdiskusi tentang Islam. Dan satu hal yang tidak pernah mereka duga sebelumnya adalah sang imam menawarkan kartu nama seorang mualaf asal Prancis yang dianggapnya lebih tahu banyak tentang jejak-jejak Islam di Eropa dan alasan mengapa Napoleon Bonaparte membuat garis imajiner dari Axe Historique dan Quadriga Arc de Triomphe du Carrousel sepulangnya dari Mesir. Dan fakta yang lebih mencengangkan adalah kedua bangunan ikonik tersebut menghadap ke arah kiblat umat Muhammad. Benarkah Napoleon Bonaparte seorang Muslim?
Tak hanya misteri tentang garis imajiner yang akan terkuak, tapi adanya tulisan ‘La Ilaaha Illallah’ pada jilbab Bunda maria juga akan mengejutkan para pembaca yang selama ini tidak mau menilik sejarah Islam lebih dalam lagi.
Agama dan ilmu harus membentuk keseimbangan yang tak bisa dibentur-benturkan. Keduanya tak boleh mengkafiri yang lainnya. Baik agama dan ilmu pengetahuan harus membuka diri satu sama lain. Kalau tidak, keseimbangan itu akan runtuh. Kekuatan yin dan yang harus saling melengkapi, tidak boleh saling mengingkari. (hal 156)
Di dalam buku ini, penulis tidak hanya menyampaikan bagaimana cara mereka suffering saat berkeliling Eropa, tetapi juga menyajikan banyak keindahan Tuhan yang pernah diberikan di tanah yang haus akan iman ini. Penghinaan ‘mewah’ untuk Islam. Pencabutan ijin sholat Jumat di sela-sela waktu kerja. Otorasi untuk tidak membawa bekal dari rumah dan memakan makanan yang ada di kantin kampus, yang sangat diragukan kehalalannya. Manusia-manusia yang lebih mengagungkan ‘bola’ daripada Tuhan. Orang Islam yang berjualan daging babi untuk menyambung hidup. I know you won’t believe it, but trust me, you’ll find the fact here ... and also the reasons why.
Gaya penulisan Hanum dan Rangga yang ringan dan mengalir membuat para pembaca semakin larut dalam menikmati emosi yang dihidangkan. Makna dan pesan yang ingin mereka sampaikan pun benar-benar tersampaikan secara gamblang. Dari sini, saya merasa tertampar dengan sikap Marion. Dia yang seorang mualaf dan berasal dari negara sekular tahu dan memahami Islam dan sejarahnya lebih banyak dari saya yang memang terlahir sebagai Muslim. Betapa sombongnya saya yang merasa sudah tahu tentang Islam tetapi tidak bisa memaknainya dengan benar ... dan setulus hati.
Ibadah menyangkut dimensi spiritual yang hanya bisa dimaknai dalam kerangka keikhlasan. (hal 216)
Saya memberikan seluruh bintang saya kepada karya duet Hanum dan Rangga. These five stars are for you and your story. I’m still in it. I can’t get out from the book.
Pergilah, jelajahilah dunia, lihatlah dan carilah kebenaran dan rahasia-rahasia hidup; niscaya jalan apapun yang kaupilih akan mengantarkanmu menuju titik awal. (hal 372)

Salam resensor,

@aninditaninda

0 responses:

Post a Comment

 

Galerie des Livres Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos