Wednesday, April 23, 2014

2014 #R3 >> Asmira Fhea - Melodie der Liebe (A Year Written of Love Song)

Written by ninda anindita at 4/23/2014 01:20:00 AM





Judul                  : Melodie der Liebe : A Year Written of Love Song
Pengarang          : Asmira Fhea
Penerbit             : de TEENS
Tebal                 : 251 halaman
Cetakan             : Pertama, Maret 2014
ISBN                 : 9786022554905

Nah, menurutmu, memangnya cinta bisa begitu tiba-tiba? (page 60)

Pertanyaan itulah yang hampir ditanyakan oleh Aimee kepada Diana. Sepasang sahabat yang saling kenal karena “keadaan”. Tak hanya mereka berdua, Tami pun ikut di dalamnya. Ketiga gadis ini “terpaksa” harus tinggal di satu apartemen demi kelancaran proyek film mereka.
Awalnya mereka memang nyaman antara satu sama lain, tapi ketika konflik-konflik itu muncul, hmmm sudah deh, tak ada yang mau menekan egonya masing-masing. Mulai dari Diana yang menghilang dari apartemen, Aimee yang akhirnya juga ikut kabur, dan ulah Tami yang tak kalah parahnya.
Aimee menahan tangan Diana, mencegah temannya untuk pergi. “Tolong jelaskan, apa salahku yang membuatku tidak nyaman seperti ini.”Diana meringis dan menatap tajam mata Aimee dengan senyum sinis. “Sayangnya, aku tidak punya waktu untuk menjelaskan kesalahanmu dengan rinci. Waktuku sudah habis untuk bercermin, kenapa orang yang kupercaya bisa mengkhianatiku setega ini, » jawabnya sengit. Lalu berjalan cepat menuju kamar dan menutup pintu secara kasar (page 133)
Hmm. Ribet kan kalau udah kayak gini, padahal sebenarnya mereka hanya salah paham. Mereka terlalu menelan mentah-mentah terhadap apa yang mereka lihat dan tidak mau konfirmasi terlebih dahulu.
Tema yang di angkat pada novel ini tidak jauh berbeda dengan novel-novel roman lainnya. Cinta, persahabatan, dan kepercayaan. Cukup sulit memang untuk menyelaraskan semuanya dalam kehidupan sehari-hari, tapi pada akhirnya para tokoh bisa mendapatkan tiga kunci kebahagiaan itu.
Selalu indah jika mata menatap penuh cinta tanpa terbesit kebencian. Seperti nada cinta yang dimainkan pada lagu persahabatan. (page 251)
Novel ini dikemas secara unik, tetapi saya sangat menyayangkan pada lembar-lembar merah di dalamnya. Jika memang menginginkan untuk menggunakan kertas berwarna merah, gunakanlah hanya untuk di beberapa bagian saja, mungkin hanya di awal bab. Tidak perlu disematkan di awal dan akhir bab. Dan untuk warna tulisannya, sebaiknya tetap diberi warna hitam karena jika diberi warna merah sangatlah mengganggu kenyamanan membaca.
Di beberapa halaman juga ditemukan adanya tulisan yang luput dari penggunaan spasi, seperti pada hal. 51 baris ke-6 dari bawah, hal. 57 baris ke-8 dari bawah, hal. 123 baris ke-7, hal. 136 baris ke-2, hal. 180 par. 3 baris pertama, hal. 208 par. 5 baris pertama, hal. 236 par. 3 baris pertama, dan 252 par.2 baris pertama. Waah, banyak banget yaa. Mungkin kepada para editor, untuk yang kedepannya bisa lebih teliti lagi untuk masalah spasi. Ah, penulisan kata “Tami” pada hal. 55 baris pertama juga mengalami typo dimana format penulisannya menggunakan superscript (untuk penulisan pangkat dalam aritmatika). Pada halaman 193 juga terdapat kesalahan layouting di mana seharusnya pemengggalan kata “laptopnya” menjadi “laptop-nya”, tapi yang terjadi justru “lapto-pnya”
Ada pula yang ingin saya tanyakan, pada hal. 41 par. 3, bukankah seharusnya yang terbelalak itu Dianan, bukan Tami?
Secara over all, novel ini perlu ketelitian lebih dari beberapa pihak untuk berada di pasaran. Dan dari 5 bintang, saya memberikan 3 bintang untuk novel ini secara isi, packaging¸dan isi.

Salam resensor
@aninditaninda

0 responses:

Post a Comment

 

Galerie des Livres Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos