Wednesday, August 7, 2013

2013 #R4 >> Ahmad Tohari - Bekisar Merah

Written by ninda anindita at 8/07/2013 10:35:00 AM


Judul               : Bekisar Merah

Pengarang       : Ahmad Tohari

Penerbit           : PT Gramedia Pustaka Utama

Tebal               : 312 halaman

Tidak ada seorang pun yang menghargai keberadaan Lasi, wanita cantik hasil pernikahan ibunya dengan tentara Jepang. Sejak masih gadis, Lasi selalu diolok-olok oleh warga sekampung yang mengatakan bahwa ia adalah anak haram. Memang benar dulu ibunya pernah diperkosa oleh tentara Jepang, tetapi beliau tidak langsung hamil. Beliau hamil setelah tentara Jepang itu meminangnya tiga tahun kemudian. Jadi, sebenarnya Lasi memiliki ayah biologis yang sah. Tapi apa daya, Lasi tak pernah bisa mengubah pandangan miring orang-orang perihal keluarganya.

Sampai di usianya yang hampir 20, Lasi pun tetap menyendiri. Teman-teman semasa sekolahnya dulu sudah menikah ketika mereka lulus di usia 14 tahun. Sebuah hal yang aneh mengingat penampilan Lasi yang jauh dari kata buruk rupa. Akhirnya, Lasi pun menikah dengan Darsa. Tapi naas, baru beberapa tahun usia pernikahannya, Darsa jatuh dari ketinggian pohon kelapa dan membuatnya tidak berfungsi. Awalnya Darsa patah semangat, tapi berkat usaha Bunek yang merupakan seorang tukang urut ulung, Darsa pun akhirnya pulih. Awalnya itu merupakan kabar bahagia di kehidupan Lasi, tetapi ternyata Bunek mempunyai akal licik yang membuat Lasi semakin tidak kuat menanggung beban kehidupannya di Karangsoga dan akhirnya memilih untuk minggat ke Jakarta bersama salah seorang kenalannya.

Kehidupan di Jakarta yang serba berlimpah membuat penampilan Lasi berubah dan ia mendapatkan segalanya hanya dengan satu syarat, menikah dengan Pak Han. Kesadaran Lasi pulih, ternyata selama ini ia hanya jadi bekisar di kehidupan Pak Han. Hanya sebagai penghias rumah yang kelak bisa dipamerkan kepada khayalak banyak. Di tengah perjalanan hidupnya, ia bertemu dengan Kanjat yang seakan-akan memberinya dua pilihan yang cukup sulit untuk dipilih.

Novel ini memang belum memberikan ending-nya karena masih ada serial lanjutannya di Belantik. Tetapi, aku sudah bisa menentukan bagian-bagian yang aku suka. Di sini menceritakan kepasrahan hidup keluarga penyadap di kampung Karangsoga. Semiskin apapun mereka, mereka tetap bisa mensyukuri apa yang telah mereka dapatkan hari ini. Dan hebatnya, ketika mereka memiliki rejeki yang berlebih pun mereka tidak pernah lupa kepada Sang Empunya Hidup. Mereka tetap bersyukur. Jika ditelaah, biasanya orang-orang akan mendekat kepada Tuhannya ketika sedang butuh, tetapi jika sedang dibanjiri rejeki, mereka seakan-akan lupa bahwa itu rejeki dari Tuhan mereka.

Dari beberapa tokoh yang ada, tokoh utama tetap menjadi prioritas resensi saya. Dengan segala kepolosan Lasi, akhirnya ia pun bisa dengan mudah dimanfaatkan oleh orang lain. Ya. Lasi memang tidak berprinsip kuat sehingga mudah terombang-ambing dan yang membuat saya gemas adalah bahwa sebenarnya Lasi tahu bahwa yang dilakukannya itu salah tetapi ia tetap saja melakukannya atas nama balas budi.

Kebebasan hidup Bu Koneng dan Bu Lanting pun membuat saya risih. Jauh dari aturan dan norma. Menghalalkan segala cara demi mencapa kemakmuran dunia.

Yaah. Hidup memang sudah berubah. Batas antara benar dan salah pun semakin samar. Semakin hari, semakin banyak orang yang bangga melakukan kesalahan dan malu untuk melakukan kebenaran. Dari novel ini saya berharap pada diriku sendiri semoga saya tidak menjadi seperti Bu Koneng, Bu Lanting, dan semua rekan-rekannya. Semoga saya masih diberikan kesadaran penuh oleh Gusti Allah untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah.



Salam resensor,

Ninda


2 responses:

Hobby Buku on August 14, 2013 at 10:50 PM said...

Mmm...cukup menarik kisahnya. Aq baru selesaikan Ronggeng Dukuh Paruk, kurang lebih setipe deh, wanita cantik yang polos dan lugu, diperdaya oleh lingkungan sekelilingnya. Klo tdk salah ini sdh ada edisi terbaru cetak-ulang ya...masukin wishlist deh :D
(kunjungan balasan + follow blog)

ninda anindita on August 17, 2013 at 11:14 PM said...

aiiii.. ronggeng dukuh paruk aku udah selesai
yang kedua juga udah beres
kalau yang novel ketiga dari dulu ga pernah khatam
agak susah dimengerti buatku

edisi cetak ulang??
ada kok. yang bekisar merah kan? tapi kalau yang cetak itu langsung digabung sama novel ke2 yg judul'a belantik
kalau itu sih aku belum baca. hehehe :D
thank you for visit :)

Post a Comment

 

Galerie des Livres Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos